Kamis, 07 Januari 2021

Natalan Lagi di Januari (part 3/3)

 


Berbeda dengan umat kristiani pada umumnya, umat Kristen Ortodoks yang tersebar di Eropa Timur dan Timur Tengah merayakan natal pada 7 Januari, bukan 25 Desember.

Perbedaan ini karena gereja Kristen Ortodoks masih menggunakan kalender Julian yang berjalan 13 hari lebih lambat dibanding kalender Gregorian yang dipakai dunia internasional.

Kalender Julian resmi digunakan saat Kaisar Julius memerintah pada tahun 45 sebelum Masehi.

Pada 1582, Paus Gregorius XIII menciptakan kalender baru untuk memperbaiki perbedaan antara tanggalan dan waktu astronomi. Sejak itulah, kalender Gregorian dipakai.

Namun, ketika negara-negara Katolik mengadopsi kalender Gregorian, negara-negara penganut Kristen Ortodoks tetap berpegang pada kalender Julian.

Pada 1923, revisi kalender Julian membuat hari natal bagi umat Ortodoks dirayakan bersama umat kristiani lain. Namun revisi ini hanya dilakukan sejumlah negara, seperti Siprus dan Rumania.

Adapun Rusia, Ukraina, Serbia, Belarusia, Mesir, Etiopia, Georgia, Kazakhstan, Makedonia, Moldova, dan Montenegro tetap merayakan natal pada 7 Januari.

 



 

Catatan hari ini

7 Januari 2021

by: paseduluran kristen jawi GKJW

 

Hari Raya Epifania atau Teofania (part 2/3)

 



Epifani, dari akar kata bahasa Yunani Koine: ἐπιφάνεια, epiphaneia, diterjemahkan menjadi "manifestasi", "penampakan jelas".

Istilah itu sejajar dengan Teofani, dalam bahasa Yunani Kuno (ἡ) Θεοφάνεια, Τheophaneia, yang berarti "penampakan Tuhan".

Hari Raya Penampakan Tuhan ini adalah sebuah hari raya keagamaan dalam sejumlah denominasi gereja Kristen pada tanggal 6 Januari yang merayakan wahyu Allah sebagai manusia, yaitu Yesus Kristus. Atau peringatan pemunculan/manifestasi Yesus Kristus terhadap dunia dalam bentuk kelahiran-Nya.

Dalam Gereja Ritus Barat maupun Timur, keduanya memiliki pemahaman yang sama mengenai Epifani ini yaitu manifestasi ('penampakan') Yesus Kristus kepada dunia. Namun demikian, ada penghayatan peristiwa yang dipandang berbeda.

Dalam Gereja Barat, Epifani untuk memperingati kedatangan Orang-orang Majus (atau "Tiga Raja") dari Timur, yang mengunjungi Yesus yang baru saja lahir, yang menunjukkan Manifestasi Bayi Yesus Kristus terhadap orang Yahudi maupun di luar bangsa Yahudi (berarti seluruh dunia) sebagai Anak Allah.

 

Dalam Gereja Timur, adalah peristiwa untuk memperingati pembaptisan Yesus Kristus oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, yang menunjukkan Manifestasi Yesus Kristus mulai memulai karya Pelayanan-Nya sebagai Anak Allah (makanya sering pula disebut Teofani).

 

 

*) bersambung... Part 3/3: Natalan lagi di Januari

 

 

Catatan hari ini

6 Januari 2021

by: paseduluran kristen jawi GKJW

Hari Natal, Kedatangan Para Majus dan Penampakan Tuhan (part 1/3)

 


Natal belum berakhir, meskipun tahunnya sudah berganti.

Yup, tentu saja. Sebab cerita natal tidak berhenti pada 25 Desember, saat gereja memperingati kelahiran bayi Yesus.

Ada waktu 8 hari lagi, yakni 1 Januari ketika Yesus menjalani tradisi sunat. Hari ini sangat penting, karena di situlah nama "Yesus" secara legal (resmi) ada.

Jangan salah kaprah terus dengan kisah on framing Natal: "lahirnya Yesus, gembala, dan Majus" dalam satu scene. Skenarionya tidaklah demikian.

Para gembala memang bertemu langsung dengan Yesus saat disebut "bayi" di palungan. Tetapi para Majus bertemu dengan Yesus yang disebut "Anak" di sebuah rumah.

Nah, kisah Majus ini juga dianggap penting dalam rangkaian kisah Natal.

Sebenarnya kalender "tradisi" gereja memperingatinya pada kisaran hari minggu pertama di tahun yang baru. Telat-telatnya di hari Minggu kedua, untuk menyesuaikan hari dalam kalender.

Sayang memang, di kalangan Protestan ini seperti tak terlalu urgen. Jadi, ya... banyak yang tidak tau.

 

*) bersambung ...Part 2/3: Epifania atau Teofania

 

Catatan hari ini

6 Januari 2021

by: paseduluran kristen jawi GKJW

Kamisan Terakhir 2020



Untuk kita semua...

yang karena keadaan, terkendala...

tak bisa hadir secara raga...

walau rasa rindu datang menyapa...

ingin jumpa kembali ke rumah-Nya... 

 

*******

Dalam sudut pandang tradisi Yudaism,Natal adalah penggenapan Hari Raya Hanukkah; Festival Terang yang berlangsung selama 8 hari.

Yesus Sang Terang Ilahi, kehadiran-Nya juga patut diperingati dan dirayakan kembali.

Nama "Yesus" (Tuhan Penyelamat), sesuai tradisi ada pada hari ke-8, tatkala Ia disunat pada hari itu.

Tahun sipil memperingati 1 Januari sebagai Tahun Baru. Sementara, gereja menyebutnya sebagai Oktaf Natal.

Hari ke-8 (1 Januari) merupakan tanggal pemberian nama ‘Yesus’ bagi bayi Yusuf dan Maria ketika ia disunat satu minggu sesudah Ia dilahirkan (Luk. 2 :21). 

 

*******

Natal belum akan berhenti...

Mari merenungkan kembali...

Perjalanan kisah perdana ini...

Selamat menghayati...

*******

 

Tetaplah bahagia

walau beribadah dari rumah saja...

Selamat menyambut lembaran baru di manapun Anda berada...

 

 

 

*) Untuk efektivitas dan keberlangsungan pewartaan ini, bantu subscribe ya...

Ramaikan juga kanalnya dengan komentar, tanda suka atau bagikan.

 

******

Mari berbagi...

dengan cara yang sederhana sekalipun dengan sentuhan jemari...

Tuhan memberkati...

 

 

Catatan akhir tahun

31 Desember 2020

by: paseduluran kristen jawi GKJW

Natal pun Tibalah



 

Selamat Natal semua...

Natal era pandemi ini semoga tidak menyisakan duka.

Tetap bersyukur dan bersukacita walau sebagian besar di antara kita harus tetap stay at home.

Tuhan memberikan tanda alam berupa Bintang Natal pada 21 Desember lalu.

Pidato Menag yang baru, Yaqut Cholil Qoumas atau yang lebih akrab disapa Gus Yaqut, terasa menyejukkan. Anggaplah ini juga kado spesial buat umat kristiani si NKRI.

"Saudara sebangsa dan setanah air, khususnya umat Kristiani yang berbahagia, Natal tahun ini mengusung tema "Mereka Akan Menamakannya Imanuel."  

Melalui tema Natal ini kita diingatkan bahwa penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa ada menaungi kita sekalian. Kita memiliki harapan dan pertolongan sekalipun berada di masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 ini. 

Sebagaimana Yesus Kristus yang lahir sebagai pengajar kebaikan, kesederhanaan dan sosok yang memberi perhatian kepada kaum lemah, serta cinta kasih kepada sesama. 

Kami mengajak semua pihak agar perayaan Natal tahun ini hendaknya dilaksanakan secara sederhana, tidak berlebih-lebihan serta menekankan persekutuan dan berbagi kasih di tengah-tengah keluarga.  

Melalui semangat Natal, kami mengimbau seluruh umat Kristiani khususnya, dan segenap umat beragama untuk berpartisipasi aktif menciptakan suasana damai dan harmoni, seraya terus mendukung pemerintah dalam upaya percepatan pembangunan.  

Mengakhiri sambutan ini, saya atas nama Menteri Agama dan atas nama pribadi, mengucapkan 'Selamat Merayakan Natal 25 Desember Desember 2020. Kepada segenap umat Kristiani Indonesia, kiranya damai sukacita dan kebahagiaan Natal menyertai kita sekalian dan membangkitkan semangat untuk mewujudkan kehidupan yang penuh damai dan bersahabat. Terima kasih."

 

 

###

Bantu Admin untuk subscribe, like, comment, share ya, jika berkenan. Gampang dan mudah kan... 

Sekali-sekali memberi kado Natal dengan sentuhan jemari, hehe...

Yuk, ramekan juga di kanal ini... 

 Natal Era Pandemi 2020 - Kado Bintang Betlehem dan Pidato Menag RI

 

Selamat merayakan Natal di tengah keluarga...

Gusti mberkahi...

 

 

Natal, 25 Desember 2020

by: paseduluran kristen jawi GKJW

 

Hari Raya Kabar Sukacita (Feast of The Annunciation)

  Sama seperti di awal pekan bulan Maret lalu saat kita memperingati Rabu Abu. Di pekan penutup bulan ini, sebenarnya gereja juga memili...