Hari ini , 27 Oktober, para penulis atau konten kreator yang memanfaatkan jalur besutan google, memperingatinya sebagai Hari Blogger Nasional.
Hari Blogger Nasional pertama kali dicanangkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh, pada 27 Oktober 2007 pada pembukaan Pesta Blogger tahun itu.
Empat tahun berselang, Pesta Blogger telah berubah menjadi event On Off Indonesia (OnOffID).
Jika pada awalnya Pesta Blogger hanya berfokus kepada pesta akbar pertemuan para blogger se-Indonesia, maka lambat laun konsep tersebut mulai dikombinasikan dengan unsur bisnis.
Sejak mengalami perubahan nama menjadi OnOffID, pesta blogger mulai menekankan pentingnya para blogger untuk bisa mengelola blog lebih serius, agar bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Bisa menjadi sumber penghasilan, memperluas jaringan pertemanan, dan lainnya.
Jadi, Blog tak lagi menjadi tempat curahan hati individu, tapi juga bisa menjadi tempat untuk membuka peluang bisnis di dunia nyata.
Secara global, blog adalah singkatan dari web log, yakni bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Media blog pertama kali diperkenalkan oleh Blogger.com dari PyraLab, yang kemudian diakuisisi Google pada tahun 2002. Dilansir dari The Guardian, PyraLab juga dibeli Google dengan nilai yang tidak diungkapkan pada 15 Februari 2003, setelah empat bulan negosiasi. Dan sejak itu, banyak aplikasi-aplikasi yang bersifat terbuka, yang membantu para blogger mengembangkan blog yang dimiliki.
Blog menjadi semakin populer di Indonesia, ketika banyak orang yang kemudian menjadi terkenal hanya karena hobi menulis blog. Ambil contoh Raditya Dika. Karena menulis blog, Raditya Dika menjadi pemenang Indonesian Blog Award dan The Online Inspiring Awards 2009 oleh Indosat. Dari penghargaan tersebut, ia memberanikan diri mencetak isi blog-nya dan buku pertama terbit dengan judul Kambing Jantan. Buku ini merupakan catatan hariannya yang selama ini ditulis di blog kemudian dibukukan dan mendapat penjualan terbaik dalam skala nasional. Cerita dalam buku itu juga kemudian diangkat ke dalam film dengan judul yang sama dan dibintangi sendiri oleh Raditya Dika.
Terus Meningkat
Dalam data "Social Media Landscape" yang dikeluarkan salingsilang.com, jumlah pengguna blogger di Indonesia mencapai 4, 1 juta pada Februari 2011. Sebanyak 80,65 persen menggunakan blogspot.com (blogger.com) dan 14,5 persen menggunakan Wordpress. Sisanya menggunakan layanan lain.
Melansir Antara, jumlah blogger di Indonesia hanya 3,5 persen dari 88,1 juta pengguna internet di Tanah Air, sebagaimana diutarakan Matahari Timoer, blogger senior sekaligus Ketua Blogger Camp 2015 pada Oktober 2015.
Jumlah itu meningkat pada tahun 2017, seperti disampaikan Jack Huang, President of Overseas Business, UCWeb, Alibaba Mobile Business Group kepada situs web Marketing. Menurutnya, sekitar 3,8% (sekitar 3 juta) dari total pengguna internet aktif di Indonesia adalah blogger.
Dari masa ke masa, blog di Indonesia menjadi semakin populer. Dalam mengelola blog dibutuhkan keseseriusan terutama dalam mengangkat tema yang diangkat.
Blog kini sudah semakin berkembang. Secara tata kelolanya pun mengalami perkembangan yang lebih professional.
Mengelola blog tak lagi cukup dikelola oleh satu individu. Dalam mengelola blog yang besar dan sukses umumnya dikelola oleh beberapa orang. Dibutuhkan penulis atau kontributor sendiri yang aktif mengisi blog.
Selain itu, kini konsep blog di Indonesia juga mulai dikombinasikan dengan sosial media. Blog menjadi sarana jurnalisme warga, sekaligus wadah untuk menjalin jejaring sosial dengan sesama penulis di kanal yang sama.
Refleksi
Terus, bagaimana dengan gereja sendiri?
Apakah potensi-potensi individual itu dibiarkan begitu saja...?
Sungguh sayang...
Catatan hari ini
27 Oktober 2020
by:paseduluran kristen jawi GKJW
*) sumber diambil dari kompas.com dan tirto.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar