Selasa, 20 Oktober 2020

Peran Orang Kristen Seputar Kemerdekaan RI

  


Guyonan anak zaman now bilang, “Gak ada foto, berarti hoaks”.

Masih dalam rangka kemerdekaan, foto-foto ikonik yang beredar selama ini, adalah rekaman peristiwa bersejarah yang istimewa.

Tapi siapa orang di balik foto itu, dan bagaimana kisahnya?

Bangsa ini perlu berterima kasih pada sosok kakak beradik, Alex Mendur dan Frans Mendur. Berkat dua orang bersaudara itu, potret kemerdekaan bangsa ini menjadi sebuah kenyataan yang tak terelakkan. Dunia pun akhirnya tahu: “Indonesia Merdeka!”

 

Inisiatif Jurnalistik

Tak ada instruksi untuk keduanya dalam mengabadikan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan. Frans Mendur hanya tak sengaja mendengar kabar dari harian Asia Raya. Pun demikian dengan kakaknya, Alex Mendur yang berprofesi sebagai fotgrafer kantor berita Jepang waktu itu.

Keduanya langsung bergegas ke kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Cikini, Jakarta, dengan membawa kamera masing-masing. Dengan mengendap-endap, Mendur bersaudara berhasil merapat di lokasi tepat pukul 05.00 pagi. Rupanya hanya mereka berdua, fotografer yang hadir di hari paling penting bagi bangsa Indonesia itu.

Alex dan Frans berhasil mengabadikan beberapa foto detik-detik proklamasi Indonesia. Namun usai upacara, mereka berdua disergap tentara Jepang. Alex ditangkap, kameranya disita, hasil fotonya dibakar. Sementara Frans berkilah, ia mengaku negatif filmnya telah dirampas Barisan Pelopor. Padahal, saksi bisu itu telah dikubur dalam tanah. Tentara Jepang pun berhasil ia kelabuhi.

Setelah dirasa aman, keduanya lalu menggali tanah tempat negatif film dikubur. Tak menunggu lama, film itu kemudian dicetak. Butuh keberanian dan mental baja. Mendur bersaudara harus diam-diam menyelinap di malam hari, memanjat pohon, dan melompati pagar hingga akhirnya menemukan lab foto. Sebab jika tertangkap Jepang, bukan tak mungkin Mendur bersaudara dihukum mati. 

 

Sekilas Profil

Mendur bersaudara lahir di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara. Alex Mendur lahir pada 1907, sementara adiknya Frans Mendur lahir tahun 1913. Kala itu nama Mendur bersaudara sudah terkenal di mana-mana. Keberadaan mereka diperhitungkan media-media asing.

Untuk mengenang aksi heroik Mendur bersaudara, keluarga besar Mendur mendirikan sebuah monumen yang disebut "Tugu Pers Mendur". Tugu ini berupa patung Alex dan Frans serta bangunan rumah adat Minahasa berbentuk panggung berbahan kayu.

Tugu Pers Mendur didirikan di Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, di tanah kelahiran mereka. Di dalam rumah itu terdapat 113 foto karya Mendur bersaudara yang diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Februari 2013.
Sebelumnya, Pada 9 November 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahi Mendur bersaudara (Alex dan Frans), penghargaan Bintang Jasa Utama.

^) dari beragam sumber


Catatan Minggu
23 Agustus 2020

by: Admin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Raya Kabar Sukacita (Feast of The Annunciation)

  Sama seperti di awal pekan bulan Maret lalu saat kita memperingati Rabu Abu. Di pekan penutup bulan ini, sebenarnya gereja juga memili...